Cara Memilih ART yang Jujur, Rajin, dan Bisa Dipercaya

Cara memilih ART yang jujur, rajin, dan bisa dipercaya adalah dengan melihat riwayat kerja, mengecek pengalaman, memperhatikan cara komunikasi, menilai sikap saat wawancara, serta membuat aturan kerja yang jelas sejak awal.

ART atau Asisten Rumah Tangga punya peran penting dalam membantu rutinitas keluarga. Tugasnya bisa mencakup membersihkan rumah, mencuci, menyetrika, memasak, merapikan ruangan, hingga membantu kebutuhan harian di rumah sesuai kesepakatan.

Namun, memilih ART tidak boleh hanya berdasarkan kebutuhan cepat. Karena ART akan masuk ke area pribadi keluarga, bekerja di dalam rumah, dan berinteraksi dengan anggota keluarga setiap hari, faktor kejujuran, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab menjadi sangat penting.

Menurut International Labour Organization (ILO), pekerja rumah tangga memberikan layanan penting secara langsung maupun tidak langsung untuk rumah tangga. Artinya, pekerjaan ART bukan pekerjaan kecil, melainkan bagian penting yang membantu kehidupan rumah berjalan lebih teratur. Berikut cara yang bisa kamu dan keluarga terapkan dalam memilih ART agar tidak salah pilih.

1. Pahami Kebutuhan Rumah Terlebih Dahulu

Sebelum mencari ART, keluarga perlu memahami kebutuhan rumah terlebih dahulu. Jangan langsung mencari tanpa tahu tugas apa saja yang benar-benar dibutuhkan.

Ada keluarga yang membutuhkan ART khusus untuk membersihkan rumah. Ada juga yang membutuhkan ART yang bisa memasak, mencuci, menyetrika, atau membantu menjaga kebersihan area tertentu. Selain itu, ada keluarga yang membutuhkan ART pulang pergi, sementara yang lain membutuhkan ART menginap.

Dengan memahami kebutuhan sejak awal, proses memilih ART akan lebih mudah. Keluarga juga bisa menjelaskan tugas secara jelas kepada calon ART, sehingga tidak terjadi salah paham setelah mulai bekerja.

Misalnya, jika tugas utama adalah membersihkan rumah dan mencuci pakaian, jelaskan sejak awal. Jika ada tambahan seperti memasak atau membantu belanja, hal itu juga perlu dibicarakan sebelum bekerja.

2. Cek Riwayat Kerja Sebelumnya

Salah satu cara memilih ART yang bisa dipercaya adalah dengan mengecek riwayat kerjanya. Tanyakan apakah calon ART pernah bekerja di rumah tangga sebelumnya, berapa lama bekerja, dan alasan berhenti dari tempat kerja lama.

Riwayat kerja bisa memberi gambaran tentang pengalaman dan kebiasaannya. ART yang pernah bekerja cukup lama di satu keluarga biasanya memiliki pengalaman dalam mengikuti rutinitas rumah dan memahami etika bekerja di lingkungan keluarga.

Namun, riwayat kerja bukan satu-satunya ukuran. Ada juga ART yang belum terlalu berpengalaman, tetapi punya kemauan belajar, sikap baik, dan tanggung jawab. Karena itu, tetap perlu dinilai dari beberapa sisi, bukan hanya dari pengalaman.

Jika memungkinkan, mintalah referensi dari tempat kerja sebelumnya. Referensi ini bisa membantu keluarga mengetahui apakah calon ART pernah memiliki masalah serius atau justru dikenal rajin dan bisa dipercaya.

3. Perhatikan Cara Bicara Saat Wawancara

Wawancara sederhana sangat penting sebelum mempekerjakan ART. Dari cara bicara, keluarga bisa menilai kejujuran, sopan santun, dan kesiapan calon ART dalam bekerja.

Perhatikan apakah ia menjawab pertanyaan dengan jelas atau justru sering berubah-ubah. Tanyakan pengalaman kerja, tugas yang biasa dilakukan, kebiasaan kerja, serta hal yang tidak bisa ia lakukan.

Contohnya, keluarga bisa bertanya, “Biasanya pekerjaan rumah apa saja yang pernah dikerjakan?” atau “Apakah bisa memasak makanan sederhana?” Pertanyaan seperti ini membantu melihat apakah kemampuan calon ART sesuai dengan kebutuhan rumah.

Selain jawaban, perhatikan juga sikapnya. ART yang baik biasanya mau mendengarkan, tidak mudah tersinggung saat diberi penjelasan, dan terbuka saat ditanya tentang pengalaman kerja.

4. Pilih yang Jujur dan Terbuka

Kejujuran adalah salah satu hal paling penting dalam memilih ART. Karena bekerja di dalam rumah, ART akan berada di lingkungan yang cukup dekat dengan barang pribadi keluarga.

ART yang jujur bukan hanya tidak mengambil barang, tetapi juga berani berkata apa adanya. Misalnya jika ada barang pecah, pakaian rusak saat dicuci, bahan makanan habis, atau ada pekerjaan yang belum selesai.

Sikap terbuka seperti ini penting agar keluarga bisa membangun kepercayaan. Kesalahan kecil dalam pekerjaan masih bisa diperbaiki, tetapi jika sesuatu ditutupi, kepercayaan akan sulit dibangun.

Saat wawancara, keluarga bisa menanyakan bagaimana calon ART menghadapi kesalahan saat bekerja. Dari jawabannya, biasanya akan terlihat apakah ia cenderung bertanggung jawab atau justru menghindar.

5. Lihat Kebiasaan Rajin dari Cara Menjelaskan Pekerjaan

ART yang rajin biasanya memahami urutan pekerjaan rumah. Ia tahu bahwa pekerjaan rumah bukan hanya dikerjakan jika disuruh, tetapi juga perlu dilihat dari kondisi sekitar.

Misalnya, ketika lantai kotor, ia paham perlu menyapu atau mengepel. Ketika pakaian sudah kering, ia tahu perlu dilipat atau disetrika. Ketika dapur selesai dipakai, ia membersihkan kembali area tersebut.

Saat wawancara, tanyakan rutinitas kerja yang biasa ia lakukan. Misalnya, “Kalau mulai kerja pagi, biasanya apa yang dikerjakan dulu?” Dari jawaban ini, keluarga bisa melihat apakah ia terbiasa bekerja teratur atau masih perlu diarahkan terus-menerus.

Rajin bukan berarti harus bekerja tanpa istirahat. ART tetap membutuhkan waktu istirahat yang layak. Namun, ART yang rajin biasanya tidak menunda pekerjaan tanpa alasan dan mau menyelesaikan tugas sesuai kesepakatan.

6. Pastikan Bisa Mengikuti Aturan Rumah

Setiap rumah memiliki aturan yang berbeda. Ada keluarga yang tidak mengizinkan penggunaan ponsel saat jam kerja, ada yang memiliki aturan khusus soal dapur, ada yang menjaga area tertentu agar tidak dimasuki, dan ada juga yang memiliki aturan soal jam istirahat.

ART yang baik harus bisa mengikuti aturan rumah selama aturan tersebut wajar dan sudah dijelaskan sejak awal. Karena itu, keluarga juga perlu menyampaikan aturan secara jelas, bukan hanya berharap ART langsung mengerti.

Misalnya, jelaskan area mana yang boleh dibersihkan, barang mana yang tidak boleh dipindahkan, jam kerja, jam istirahat, cara menerima tamu, hingga aturan penggunaan peralatan rumah.

Semakin jelas aturan sejak awal, semakin kecil kemungkinan terjadi konflik di kemudian hari.

7. Perhatikan Kebersihan Diri dan Cara Kerja

Kebersihan menjadi bagian penting dari pekerjaan ART. Karena tugas ART sering berkaitan dengan rumah, dapur, kamar mandi, pakaian, dan perlengkapan keluarga, kebiasaan bersih perlu diperhatikan.

ART yang baik biasanya memahami pentingnya membersihkan area yang sering digunakan, seperti meja makan, dapur, gagang pintu, kamar mandi, dan lantai. Ia juga terbiasa mencuci tangan, menjaga perlengkapan kerja tetap bersih, dan tidak mencampur alat pembersih secara sembarangan.

Keluarga bisa menilai hal ini dari kebiasaan kecil. Misalnya cara ia menjaga kerapian diri, cara menjelaskan pengalaman membersihkan rumah, dan pemahamannya terhadap kebersihan dapur atau kamar mandi.

8. Jangan Lupa Bahas Tugas secara Detail

Salah satu penyebab masalah antara keluarga dan ART adalah tugas yang tidak dijelaskan secara detail. Keluarga merasa ART seharusnya mengerti sendiri, sementara ART merasa tugasnya tidak pernah disampaikan.

Agar hal ini tidak terjadi, buat daftar tugas sejak awal. Misalnya menyapu, mengepel, mencuci, menyetrika, membersihkan kamar mandi, memasak, mencuci piring, atau merapikan area tertentu.

Jika ada tugas tambahan, sebaiknya dibicarakan dengan baik. Jangan sampai ART merasa tugasnya terus bertambah tanpa kesepakatan.

Daftar tugas juga membantu keluarga menilai kinerja ART secara lebih objektif. Jika tugas sudah jelas, evaluasi kerja menjadi lebih mudah dilakukan.

9. Pertimbangkan ART Pulang Pergi atau Menginap

Memilih ART pulang pergi atau menginap perlu disesuaikan dengan kebutuhan keluarga. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing.

ART pulang pergi cocok untuk keluarga yang hanya membutuhkan bantuan beberapa jam dalam sehari. Misalnya untuk membersihkan rumah, mencuci, menyetrika, atau membantu pekerjaan rumah saat pagi hingga sore.

Sementara itu, ART menginap cocok untuk keluarga yang membutuhkan bantuan lebih intensif. Misalnya rumah cukup besar, anggota keluarga banyak, atau membutuhkan bantuan sejak pagi hingga malam.

Namun, jika memilih ART menginap, keluarga perlu memperhatikan tempat istirahat yang layak, aturan privasi, waktu kerja, dan waktu istirahat. Hal ini penting agar hubungan kerja tetap sehat dan tidak menimbulkan masalah.

10. Gunakan Masa Percobaan

Masa percobaan sangat membantu untuk menilai apakah ART cocok dengan keluarga. Biasanya, dalam beberapa hari atau minggu pertama, keluarga bisa melihat cara kerja, kedisiplinan, kejujuran, dan kemampuan ART mengikuti aturan rumah.

Selama masa percobaan, jangan hanya melihat hasil pekerjaan. Perhatikan juga sikapnya saat diberi arahan, cara berkomunikasi, ketepatan waktu, dan apakah ia konsisten dalam menjalankan tugas.

Jika ada hal yang perlu diperbaiki, sampaikan dengan baik. ART yang bisa menerima masukan biasanya lebih mudah diarahkan. Sebaliknya, jika sejak awal sering membantah, tidak jujur, atau sulit mengikuti aturan, keluarga perlu mempertimbangkan kembali. Untuk memberikan rasa aman lebih, Marta Agencies juga menyediakan garansi hingga 5 kali dalam setahun, sehingga keluarga tidak perlu khawatir jika membutuhkan penggantian ART.

11. Buat Kesepakatan Kerja yang Jelas

Kesepakatan kerja sangat penting, meskipun pekerjaan dilakukan di rumah. Kesepakatan ini tidak harus rumit, tetapi perlu mencakup hal-hal utama seperti tugas, jam kerja, hari libur, gaji, fasilitas, aturan rumah, dan cara komunikasi.

Dengan kesepakatan yang jelas, ART tahu apa yang menjadi tanggung jawabnya. Keluarga juga memiliki dasar yang lebih jelas jika ingin memberi evaluasi.

Kesepakatan kerja juga membantu membangun hubungan yang lebih profesional. ART merasa dihargai sebagai pekerja, sementara keluarga merasa lebih aman karena aturan sudah dibicarakan sejak awal.

12. Hindari Menilai dari Satu Faktor Saja

Kadang keluarga terlalu cepat mengambil keputusan karena calon ART terlihat sopan saat wawancara. Padahal, sopan saat wawancara belum tentu cukup untuk memastikan ia cocok bekerja dalam jangka panjang.

Sebaliknya, ada juga calon ART yang terlihat pendiam, tetapi ternyata rajin dan mudah diarahkan. Karena itu, penilaian sebaiknya tidak hanya dari kesan pertama.

Lihat beberapa faktor sekaligus, mulai dari pengalaman, cara komunikasi, kejujuran, kesiapan bekerja, kemampuan mengikuti aturan, dan hasil selama masa percobaan.

Semakin lengkap proses penilaiannya, semakin besar peluang keluarga mendapatkan ART yang sesuai kebutuhan.

Tanda ART yang Perlu Diwaspadai

Selain mengetahui ciri ART yang baik, keluarga juga perlu memahami tanda yang perlu diwaspadai. Misalnya jawaban saat wawancara sering tidak konsisten, tidak mau menjelaskan pengalaman kerja, menolak aturan dasar rumah, atau sering memberi alasan sebelum mulai bekerja.

Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah tidak mau menerima arahan, mudah emosi, terlalu sering menggunakan ponsel saat bekerja, atau tidak terbuka ketika melakukan kesalahan.

Jika tanda-tanda ini muncul sejak awal, sebaiknya keluarga tidak mengabaikannya. Lebih baik selektif di awal daripada mengalami masalah setelah ART mulai bekerja di rumah.

FAQ Seputar Cara Memilih ART

1. Bagaimana cara menilai ART rajin atau tidak?

Lihat dari cara ia menjelaskan rutinitas kerja, ketepatan waktu, konsistensi selama masa percobaan, dan kemauannya menyelesaikan tugas tanpa harus selalu diingatkan.

2. Apakah perlu meminta referensi dari tempat kerja sebelumnya?

Sangat disarankan jika memungkinkan. Referensi membantu keluarga mendapat gambaran tentang karakter dan kinerja calon ART.

3. Lebih baik ART pulang pergi atau menginap?

Tergantung kebutuhan keluarga. ART pulang pergi cocok untuk bantuan harian beberapa jam, sedangkan ART menginap cocok jika keluarga membutuhkan bantuan lebih intensif.

4. Apa saja yang perlu ditanyakan saat wawancara ART?

Tanyakan pengalaman kerja, tugas yang biasa dilakukan, kemampuan memasak atau membersihkan rumah, alasan berhenti dari pekerjaan sebelumnya, serta kesiapan mengikuti aturan rumah.

5. Apakah ART boleh mengurus anak atau lansia juga?

Boleh jika sudah disepakati sejak awal dan sesuai kemampuan ART. Namun, jika kebutuhan utama adalah mengasuh anak atau merawat lansia, sebaiknya gunakan tenaga yang memang berpengalaman di bidang tersebut.

Please rate

0 / 5

Your page rank:

Tinggalkan komentar